VoltLabSimulator Rangkaian Listrik Paralel

Rangkaian Listrik Paralel

Nyalakan, matikan, dan putuskan lampu dalam rangkaian bercabang, lalu lihat bagaimana tegangan, arus, dan nyala lampu berubah.

Media pembelajaran IPA – rangkaian listrik

Nama guruMUHAMMAD JARNAWI, S.Pd., M.Pd.
Nama sekolahMAKN KAUR

Pilih percobaan

Cara belajar dengan VoltLab

Amati rangkaiannya.
Perhatikan cabang-cabang lampu, amperemeter (A), dan tegangan pada tiap lampu.
Ubah lalu bandingkan.
Buka sakelar, putuskan lampu, atau ganti hambatan. Bandingkan dengan rangkaian seri.
Uji pemahamanmu.
Selesaikan tantangan merakit arus yang tepat, lalu kerjakan kuis.
Waktu0 s
Arus total (I)0 A
Hambatan pengganti–
Isi baterai100%
StatusMenyala
⏸ Dijeda

Ketuk sakelar untuk membuka/menutup β€’ ketuk lampu untuk info

Pengaturan rangkaian

Tegangan baterai6 V

Grafik arus terhadap waktu

Tekan Mulai agar waktu berjalan dan grafik terisi.

Catatan perubahan

    ⚠️ Catatan penting: hasil simulasi ini adalah model pembelajaran sederhana: baterai dianggap ideal, kabel tanpa hambatan, dan hambatan lampu dianggap tetap. Angkanya membantu memahami konsep, bukan hasil pengukuran nyata. Jangan bereksperimen dengan listrik PLN di rumah.

    Apa itu rangkaian paralel?

    Rangkaian paralel adalah rangkaian yang komponennya disusun bercabang. Setiap komponen terhubung langsung ke kedua kutub sumber tegangan melalui cabangnya sendiri, sehingga arus listrik punya lebih dari satu jalur.

    Bayangkan air dari satu pipa besar yang dibagi ke beberapa pipa kecil. Jumlah air di semua pipa kecil sama dengan air di pipa besar.

    Rumus penting

    TeganganV = V₁ = Vβ‚‚ = V₃Setiap cabang mendapat tegangan yang sama dengan sumber.
    Arus totalI = I₁ + Iβ‚‚ + I₃Arus terbagi ke cabang (Hukum I Kirchhoff).
    Hambatan pengganti1/Rp = 1/R₁ + 1/Rβ‚‚ + 1/R₃Rp selalu lebih kecil dari hambatan terkecil.
    Hukum Ohm & dayaI = V/R β€’ P = VΒ·II dalam ampere (A), V dalam volt (V), R dalam ohm (Ξ©), P dalam watt (W).

    Perbandingan rangkaian seri dan paralel

    AspekSeriParalel
    SusunanBerderet dalam satu jalurBercabang, banyak jalur
    ArusSama di setiap komponenTerbagi; arus total = jumlah arus cabang
    TeganganTerbagi ke setiap komponenSama di setiap cabang
    Hambatan totalRs = R₁ + Rβ‚‚ + R₃ (makin besar)1/Rp = 1/R₁ + 1/Rβ‚‚ + 1/R₃ (makin kecil)
    Jika satu lampu putusSemua lampu padamLampu lain tetap menyala
    ContohLampu hias berderet sederhanaInstalasi listrik rumah, lampu jalan

    Kalkulator langkah demi langkah

    Masukkan nilai, lalu tekan Hitung untuk melihat langkah penyelesaiannya. Isi 0 pada R₃ jika hanya ada dua cabang.

      Rangkaian paralel di sekitar kita

      Instalasi listrik rumah memakai rangkaian paralel. Karena itu setiap lampu dan alat listrik mendapat tegangan yang sama, dan dapat dinyalakan atau dimatikan sendiri tanpa memengaruhi alat lain. Namun, makin banyak alat yang menyala bersamaan, makin besar arus total pada kabel utama. Inilah sebabnya terlalu banyak alat pada satu stopkontak berbahaya: kabel bisa panas dan pengaman (sekring/MCB) akan memutus arus.

      Informasi aplikasi

      Nama aplikasiVoltLab – Simulator Rangkaian Listrik Paralel
      Nama guruMUHAMMAD JARNAWI, S.Pd., M.Pd.
      Nama sekolahMAKN KAUR
      SasaranIPA SMP, topik rangkaian listrik

      Tujuan pembelajaran

      • Menjelaskan ciri rangkaian paralel dan membedakannya dari rangkaian seri.
      • Menunjukkan bahwa tegangan pada setiap cabang paralel sama.
      • Menghitung arus cabang, arus total, dan hambatan pengganti.
      • Menjelaskan mengapa instalasi rumah memakai rangkaian paralel dan bahaya beban berlebih.

      Petunjuk penggunaan

      1. Pilih skenario di menu Simulasi.
      2. Tekan Mulai agar waktu berjalan: arus mengalir, baterai terpakai, dan grafik terisi. Tekan Jeda untuk berhenti sejenak dan Reset untuk kembali ke awal.
      3. Ketuk sakelar pada diagram, atau gunakan pengaturan di bawahnya, untuk mengubah tegangan, hambatan, dan keadaan lampu.
      4. Baca catatan perubahan dan persamaan yang selalu diperbarui.
      5. Selesaikan Tantangan, lalu kerjakan Kuis.

      Aturan model simulasi

      1. Hukum Ohm: arus pada setiap lampu I = V/R.
      2. Paralel: setiap cabang yang tertutup mendapat tegangan sama dengan baterai; arus total adalah jumlah arus semua cabang.
      3. Seri (pembanding): hambatan dijumlahkan, arusnya sama di semua lampu, dan satu lampu putus memutus seluruh rangkaian.
      4. Nyala lampu: ditentukan daya P = VΒ·I; makin besar daya, makin terang.
      5. Batas aman model: lampu putus jika dayanya lebih dari 25 W, dan sekring putus jika arus total lebih dari 4 A.
      6. Baterai: dianggap ideal (tegangan tetap) sampai energinya habis; energi yang terpakai = P Γ— t.
      7. Penyederhanaan: kabel tanpa hambatan, hambatan lampu tetap, dan titik kuning menunjukkan arah arus konvensional (dari kutub + ke kutub βˆ’). Elektron sebenarnya bergerak berlawanan arah.

      Hasil simulasi adalah model pembelajaran sederhana, bukan pengukuran nyata. Di kehidupan nyata, hambatan lampu berubah saat panas dan baterai memiliki hambatan dalam.